Tentang Penulis Rubrik Kesehatan

Assalamualaikum Warahmatullhahi Wabarakatuh.
Salam silaturrahim, kepada semua pembaca, mudah - mudahan Allah selalu memberikan kita nikmat kesehatan, baik sehat Jiwa maupun sehat raga, itulah kira – kira yang termaktub dalam makna kata “Sehat Walafiat”. berikut ini sekilas riwayat hidup penulis rubrik kesehatan: Nama – Yumna Sari nama panggilan akrab Ukhti Una .Lahir di RIAU,1988. saat ini sedang merampungkan studi D3 Kebidanan di AKBID KHALISHATUR RAHMI BINJAI MEDAN. InsyaAllah ahir tahun 2009 ini akan telah di Wisuda, mohon doa dan dukunganya. Kritik dan saran sangat kami harapkan. Atas kunjungan anda kami sampaikan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

July 13th, 2009 at 6:05 am
Ini pengalaman saya (sebagai bapak yg baik ketika mengantar istri hamil.. ehm).
Ada perbedaan jika checkup kehamilan ke bidan dan ke dokter.
Bidan : biaya murah, sekali datang rata-rata Rp. 20.000,-
Dokter : biaya mahal, sekali datang bisa Rp. 70.000,- . belum termasuk tawaran USG sehingga wajar kalau tarif ke dokter bisa mencapai 150rb-200rb.
Bidan : ramah, cerewet, tapi dari situ banyak ilmunya karena apa yang diomongkan selalu nasehat2 kehamilan.
Dokter : pelit bicara, kalau gak tanya gak akan bicara. Repotkan, padahal dokter baru bisa menganalisa suatu keluhan berdasar pertanyaan. sangat tidak beruntung jika pasien bertipe pemalu. Jadinya pulang2 gak dapat ilmu, cuma disuruh bayar doang.
Bidan : hanya menangani persalinan normal (entah kalau teknologi kebidanan sudah berkembang), kalau berat biasa dirujuk ke dokter.
Dokter : normal berat mampu mengatasi.
Seringnya ibu hamil (beserta suami) agak gengsi jika kontrol ke Bidan, apalagi puskesmas, terutama bagi mereka yang berkantong tebal. Akhirnya Dokter selalu jadi rujukan, ditambah rasa yakin akan hasil USG. Padahal USG ga penting-penting amat. Cukup gunakan di bulan dimana fase bayi mengalami perkembangan. Biasanya dipatok per tri semester kehamilan.
Yakni bulan ke 1 . sebenarnya cukup pake AKURAT, tapi bagi pasangan muda yang sedang was2nya menanti momongan tak ada salahnya untuk meng USG perutnya.
Bulan ke 4 . Saat2nya Janin mulai tumbuh significant. silakan di USG.
Bulan ke 8/9. Menjelang persalinan. layak untuk dilihat. siapa tahu ada kelainan.
Cukup itu saja. gak perlu setiap bulan. Kecuali ada kasus2 tertentu yang membuat was2 ibu hamil, seperti jatuh, keracunan, dll.
Ingat kasus Prita Mulyasari. Dokter selalu ‘menawarkan’ USG dan seperti sebuah kewajiban. So, berani berkata tidak, atau amannya pergi ke bidan saja.
Lantas bagaimana dengan kelancaran persalinan jika bidan tak mampu menangani kasus berat?
gunakan jasa rumah sakit yang cepat tanggap. artinya: saat persalinan ditangani oleh bidan, tapi begitu susah tinggal merujuk ke dokter.
note : biaya persalinan bidan cukup murah : Rp. 600rb. Dokter Rp. Rp. 2,5 Jt. . keduanya persalinan normal.
So, ngapain ke dokter kalau bidan lebih banyak untungnya.. !